Mental Disorders

Februari 10, 2018

Mari bahas tentang kesehatan mental. Mungkin tulisan kali ini bisa dibilang tidak kalah penting.

This is more important to ensure that I, or we, support those diagnosed with mental disorders. I mean, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan mengenai mental disorders.

UNTUK KALIAN yang tidak memiliki 'mental illness' atau sama sekali tidak pernah berpengalaman dengan gangguan mental yang menakutkan atau tidak mengerti bagaimana hal itu bisa berdampak pada orang yang memilikinya, TOLONG jangan gunakan gangguan mental sebagai sebuah kata hinaan.

Let me explain.

Ketika ada seseorang yang bisa marah dengan cepat padahal diwaktu sebelumnya ia baik-baik saja, tolong jangan katakan bahwa dia bipolar. Aku tahu, mungkin maksud kamu hanya ingin mengatakan bahwa ia dapat marah dengan cepat seperti sangat emosional, tapi itu tidak berarti bahwa ia memiliki gangguan bipolar.

Ketika kamu sedang mengalami hari yang buruk, dan merasa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan sesuai keinginan, tolong jangan katakan bahwa kamu itu depresi. Mengalami hari atau sesuatu hal yang buruk, bukan tiba-tiba kamu bisa berpikir bahwa kamu memiliki gangguan depresi, kamu hanya mengalami hari yang buruk saja.

Ketika kamu tiba-tiba gugup akan hal sesuatu, tolong jangan katakan bahwa kamu sedang diserang anxiety. Kalau kamu belum didiagnosis menderita gangguan kecemasan a.k.a anxiety dari seorang dokter, kamu belum tahu apa arti sesungguhnya dari anxiety disorder

Jika ada temanmu yang sangat terorganisir barang-barangnya, dan sangat menjaga kerapian tolong jangan katakan kepada mereka "OCD banget.." Tidak semua orang yang sangat rapi, bersih, dan teratur mengalami gangguan obsesif-kompulsif atau disebut OCD.

Ketika kamu sedang berjalan-jalan dengan temanmu dan kalian melihat sesuatu yang menurut kalian bodoh, tolong jangan menyebutnya retarded, 'cause it's not good. Hanya karena menurut apa yang kamu lihat itu tidak masuk akal, cukup katakan konyol. 

Satu lagi, aku tahu bahwa yang satu ini bukan bagian dari mental illness, tapi selalu disalahgunakan, and i have to share about it

Ketika kamu melihat ada sesuatu yang kurang indah dipandang, tolong jangan katakan "so lame". Banyak orang yang menyalahgunakan kata 'lame'. Padahal, arti kata lame sebenarnya adalah seseorang yang mengalami kesulitan berjalan akibat cedera atau karena sakit. Jadi kalau kamu melihat sesuatu yang tidak keren, katakanlah tidak keren, bukan lame.


Inti dari tulisanku kali ini, bukan bermaksud untuk sok mengoreksi atau menyalahkan kalian yang merasa pernah menggunakan kata-kata tersebut. Aku ingin kalian tidak lagi menggunakan kata-kata itu secara sembrono, aku ingin menyampaikan mengenai apa arti sebenarnya dari istilah-istilah tersebut, dan aku ingin kalian sadar bahwa kata-kata yang kalian ujarkan dapat memberi dampak negatif yang mendalam pada seseorang.

Dengan mengatakan kalau seseorang itu bipolar, sama saja kamu menghakimi orang tersebut. Dengan menggunakan kata 'bipolar' yang salah, dapat menciptakan gambaran negatif di dalam pikiran siapapun tentang orang yang memiliki gangguan bipolar.

Ketika kamu menyatakan bahwa diri kamu "sangat depresi", hanya karena kamu mengalami hari yang buruk, padahal belum didiagnosis mengalami gangguan depresi oleh dokter, kamu semestinya bisa membandingkan antara depresi dengan hanya mengalami hari atau kejadian yang tidak berjalan dengan semestinya, ada perbedaan dari masing-masing kejadian yang kamu alami.

And you see, mereka yang sebenarnya tidak didiagnosis mengalami depresi tidak bisa memahami betapa beratnya perjuangan yang sebenarnya mereka (orang-orang yang didiagnosis depresi) alami setiap hari. Jadi tolong jangan menyamakan dirimu dengan mereka.

Mental health has long had a disgrace associated with it, and those with mental illness and other disorders that have long been struggled to break that disgrace.

Aku hanya berusaha menunjukkan bahwa mereka yang memiliki mental illness bukan berarti mereka 'gila' atau 'tidak berguna' atau bahkan 'kurang mampu' dalam menjalani hidupnya secara normal seperti yang lainnya.

In order to break that mental health disgrace, kita harus berhenti menggunakan kata-kata kesehatan mental sebagai kata penghinaan. Jika kita membiarkan kejadian ini terus ada, it will only lead to more negative things surrounding mental illness.

Gangguan mental bukanlah hal yang seharusnya dihina, bukan pula hal yang buruk, dan memiliki gangguan mental tidak membuat kita mejadi 'tidak berarti' kok.

Please, berhenti menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan kesehatan mental secara sembrono. Cobalah luangkan waktu sejenak untuk merenungkan bagaimana perasaan mereka (yang memiliki mental disorder/s) jika mereka mengetahui atau mendengar kamu menggunakan kata yang bersangkutan dengan kondisinya dengan cara yang tidak pantas.

And remember to always be kind.

Lots of love,
Nabilah Fazr♡

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.